Showing posts with label Humor dewasa C. Show all posts
Showing posts with label Humor dewasa C. Show all posts

Lomba payudara terbesar

Hendry : "Kamu sudah tahu
belum pemenang kontes
payudara terbesar yang
diadakan di Pantai kemarin?"
Ronny: "Belum tuh, bagaimana
hasilnya?"
Hendry : "Pemenang ke tiga
ternyata seorang wanita yang
mempunyai payudara sebesar
kelapa yang masih di pohon."
Ronny: "Oh, besar sekali?"
Hendry : "Tetapi juara ke dua
sebesar buah semangka."
Ronny: "Terus juara pertama,
sebesar apa?"
Hendry : "Sebesar buah
mangga.."
Ronny: "Ngaco kamu! Itu tidak
benar, juara pertama kok
sebesar buah Mangga!"
Hendry : "Entar dulu, kawan.
Anda kan tidak tahu bahwa yang
sebesar buah mangga itu baru
bagian putingya."

Suami kurus istri gemuk

Mirna seorang wanita yang
dijuluki Bomber karena
tubuhnya yang tinggi dan
sangat gemuk sekali. Ketika ia
menikah dan duduk di
pelaminan, tubuhnya memenuhi
kursi pelaminan sehingga
suaminya yang kurus, kecil dan
pendek itu memakai kursi
tambahan.
Beberapa hari setelah masa
bulan madu dilewatinya, Mirna
mendapat beberapa pertanyaan
dari teman-teman wanitanya.
"Aku heran padamu. Tubuhmu
tinggi, besar dan lebar begitu,
mengapa memilih suami yang
kurus, pendek dan kecil seperti
itu. Apakah dia bisa memuaskan
gairahmu ?"
"Oooh, justru aku sangat puas
bercinta dengannya. Karena
sewaktu melakukan hubungan
intim walaupun cukup lama, aku
tidak pernah merasakan
keberatan."

Takut punya anak hitam

Bisik-bisik di dalam kamar
pengantin berbunyi : "Mas, mas
kenapa lampunya di padamkan.
Gelap nih. Nanti anak kita hitam
lho."
"Justru kalau lampunya terang
anak kita akan menjadi hitam,
karena banyak sinar yang
masuk," jawab sang suami yang
kerjanya sebagai Tukang Foto
Keliling.

Anu seperti ulir sekrup

Badu dan Anto sedang buang air
kecil di WC umum. Secara tidak
sengaja Badu melihat anu Anto
yang berbentuk ulir sekrup.
Karena keheranan, Badu
membuka pembicaraan dengan
Anto.
"Wah, aku belum pernah lihat
bentuk yang seperti itu."
komentar Badu.
"Seperti apa?" tanya Anto.
"Berulir seperti sekrup."
tanggap Badu.
"Memangnya kamu punya
gimana?" tanya Anto pingin
tahu.
"Luruuuus, seperti biasanya."
jawab Badu dengan tenangnya.
Badu selesai buang air kecil dan
kemudian menggoyang-
goyangkan anunya sebelum di
masukan kembali ke celana.
"Apa yang kamu lakukan tadi?"
tanya Anto keheranan.
"Mengeringkan dari tetesan-
tetesan yang tersisa, seperti
biasanya." jawab Badu.
"Haaahh... berarti selama
bertahun-tahun aku melakukan
cara yang salah," kata Anto
kebingungan.
"Selama ini aku memerasnya
biar kering..."

Sudah terlanjur bayar

Seorang lelaki membawa
seorang pekerja seks ke sebuah
motel. Sesuai permintaan si
pekerja seks, dia membayar Rp
300.000,- sebelum dimulai.
Ketika si lelaki sudah
melepaskan pakaiannya dan si
perempuan akan membuka baju
biru transparannya, tiba-tiba
alarm tanda kebakaran
berbunyi. Si pekerja seks lari
dengan uang Rp300.000 masih
di tangan, sementara si lelaki
berusaha memakai kembali
celana dan bajunya, kemudian
mengejar perempuan yang
diajaknya tadi. Asap api yang
tebal akhirnya memisahkan
mereka.
Si lelaki berusaha mencari, tapi
tidak menemukannya dan
memutuskan untuk keluar. Di
pintu dia berpapasan dengan
petugas pemadam kebakaran.
"Tadi lihat perempuan cantik
pakai baju biru transparan dan
tangannya menggenggam uang
Rp 300.000,- nggak?"
"Tidak," jawab petugas
pemadam kebakaran.
"Nanti kalau ketemu langsung
pakai saja ya. Udah aku bayar
kok."

Hukum cambuk

Pada suatu hari ada seorang pemerkosa berantai yg sedang menjalani hukuman cambuk.Di sela2 hukuman cambuk itulah terjadilah pembicaraan/protes :
Pantat : enak kamu penis,kamu yang melakukan,kamu yg enak,saya (pantat) yg di cambuk.
Tak terima,penis pun menjawab dgn lantang..
Penis : enak aja,kamu kan yg dorong2 saya dr belakang !
Seisi ruang sidang : Grr...rrr.,!!?! Ha ha ha..

Tidak ingin memotong

Seorang pekerja Konstruksi
CJDW pulang kerumah lebih dini
dari biasanya, dan dia
menemukan isterinya di tempat
tidur dengan lelaki lain. Pekerja
konstruksi menarik lelaki itu ke
gudang di belakang rumahnya
dan mengambil sebuah catok
dan menjepit anu si lelaki itu.
Setelah pasti terjepit dengan
erat, dia mengambil batang
pemutar catok dan
membuangnya jauh². Kemudian
dia mengambil gergaji, si lelaki
dengan ketakutan memekik:
"Stop! stop! kamu bukan.. mau
memotong anu saya kan ?”
"Bukan" jawab suami yang
sedang berang itu sambil
memberikan gergaji itu kepada
si lelaki: "Saya hanya mau bakar
gudang ini.".

Kuis hadiah seks gratis

Seorang Bos bersama supirnya
pergi untuk isi bensin di Pompa
Bensin. Di SPBU itu tertulis: "ISI
BENSIN IKUTI QUIZ, HADIAHNYA
SEKS GRATIS!". Si Bos minta
mobilnya diisi penuh. Setelah
selesai membayar, dia bilang
sama supirnya, "Wah, kuisnya
boleh juga, kita coba, yuk!."
Jawab sang supir: "Ah, jangan
Bos, paling juga bohong..."
Tapi sang Bos tetap ngotot
untuk ikut.
Bos: "Mas, saya ikutan dong
kuisnya...!"
Petugas: "Boleh, Pak! Caranya
gampang, coba bapak tebak 1
angka
antara 1 sampai 10, yang ada di
pikiran saya sekarang..."
Bos (setelah berpikir lama):
"Lima!!"
Petugas: "Wah sayang sekali,
Pak... baru saja saya pindah ke
angka lain! Coba satu kali lagi,
Pak..!"
Bos (sambil nafsu): "Tujuh!!"
Petugas: "Wah, hampir tepat,
Pak. Tadinya saya mau tujuh,
tapi nyatanya tiga. Tapi, nggak
apa² Pak, lain kali Bapak boleh
coba lagi."
Dalam perjalanan pulang ...
Sopir: "Tuh, saya bilang apa
Bos...! Mereka cuma nipu kan,
Bos.."
Bos: "Ah, siapa bilang??? Istri
saya bilang, dia menang sepuluh
kali bulan lalu...! Pada tebakan
pertama lagi...".

Tetap didalam lingkaran

Sepasang pengantin baru yang
masih lugu kebingungan untuk
melakukan hubungan seks pada
malam pertama mereka.
"Apakah kau tahu apa yang
harus kita lakukan" tanya sang
istri.
"Wah, aku pun tidak mengerti
sayang" jawab sang suami.
"Tapi aku ada ide, mari kita ke
bar yang banyak pelautnya.
Semua orang tahu bahwa pelaut
ahli dalam hal seks. Mari kita
minta salah satu pelaut
mengajari kita".
Singkat cerita mereka pergi ke
bar dan menemukan seorang
pelaut yang bersedia
memberikan "pelajaran".
"Baiklah, mari kita ke kamar di
atas untuk mengajari kalian apa
yang harus dilakukan" jawab
sang pelaut dengan senang hati.
Di dalam kamar, sang pelaut
menggambar sebuah lingkaran
dilantai dan berkata pada sang
suami "Kamu harus berdiri
dalam lingkaran dan tidak boleh
keluar walau apapun yang
terjadi".
Singkat cerita, sang pelaut
melakukan kewajiban sang
suami terhadap sang istri.
Setelah selesai, dia mendapati
sang suami sedang terkikik-kikik
sendiri di dalam lingkaran.
"Hei bung, kenapa kau
tertawa?" tanya sang pelaut.
"Aku sudah keluar lingkaran dua
kali, tapi kau tidak
memperhatikan...".

Kakek jangan sedih

Ceritanya begini, seorang kakek
bercerita ama cucunya tentang
kisah penjajahan Belanda tempo
doeloe. Di tengah asiknya
bercerita tiba tiba si kakek
menangis tersedu-sedu di iringi
dengan rintihan yang
memilukan.
Merasa terbawa suasana
cucunya angkat bicara
"Sudahlah kek, memang tempo
doeloe itu sangat menyedihkan
tapi kan sekarang kita udah
merdeka..."
Dengan nada agak menyedihkan
si kakek menjawab "Cu,
bukannya kakek sedih krn
tempo doeloe, tapi BIJI KAKEK
TERJEPIT DI KURSI ROTAN INI."
(tau kan biasanya kakek kakek
cuman make sarung doang
tanpa CD dan biasanya kursi
malasnya terbuat dari rotan)

Main keroyok sama istri

Seorang laki-laki berusia 30
tahun bernama Tarjo sedang
minum bir di sebuah diskotik di
daerah Jakarta Barat bersama
temannya yang bernama Zaenal
29 tahun untuk menghilangkan
rasa penat setelah bekerja
seharian.
Mereka berdua saling curhat
tentang masalah mereka.
Tarjo : "Wah, aku kok setiap ML
sama istriku selalu kalah ya."
Zaenal : "Itulah gunanya teman
bro, bagaimana kalau kita
keroyok aja??"
Tarjo : "Hah!!?#$%!!!"

Seperti sebuah melon

Di sebuah Simposium seorang
Profesor Ginekologi
mengejutkan para peserta
dengan pertanyaannya : "Saya
pernah menemukan pasien saya
yang memiliki vagina seperti
buah melon."
Teman sejawatnya langsung
mengangkat tangan dan
mengajukan keberatannya :
"Bahwa dalam kasus-kasus
tertentu kita dapat menjumpai
vagina dengan bentuk dan
ukuran yang berbeda, tentulah
dapat sama-sama kita terima.
Namun menurut saya selalu
mengada-ngada bila Anda
mengatakan pernah
menemukan vagina dengan
bentuk dan sebesar buah
melon."
"Lho, siapa yang berbicara
tentang bentuk dan ukuran?"
jawab Profesor tadi.
"Saya berbicara tentang rasa!"

Mama mau meninggal

Budi yang masih polos bertanya
pada papanya, "Papa, kok di
dada mama ada dua buah balon
ya?"
Papanya yang tidak mau repot
menjawab pertanyaan Budi
seenaknya menjawab, "Iya nak,
nanti kalau mama meninggal,
balon itu bisa ditiup supaya dia
mudah terbang ke surga."
Dua hari kemudian, papanya
Budi yang sedang kerja di kantor
ditelpon oleh Budi.
"Papa...papa...." kata Budi
sambil sesenggukan.
"Kenapa nak? Kok kamu nangis
sedih gitu?"
"Mama mau meninggal..."
"HAH?! Kenapa??" (sambil
bergegas bersiap pulang ke
rumah).
"Iya... tadi mama dipangku
sama om Beni di rumah sebelah,
trus om Beni niup balonnya
Mama..... dan mama napasnya
merintih sambil berdoa,"OH
TUHAN...... AKU HAMPIR
SAMPAI...!!!!!" "
"...???"

3 suami memimiliki istri aneh

Ada percakapan 3 orang suami:
Suami pertama : "Saya heran,
istri saya kok tingkah nya aneh-
aneh, masa dia bilang ingin beli
DVD player, padahal TV aja kita
gak punya..."
Suami kedua : "Istri saya lebih
aneh lagi, Pak, maksa-maksa
minta beli tabung gas, padahal
kompor di rumah kami masih
kompor minyak..."
Suami ketiga : "Wah, istri saya
paling aneh banget, Pak, dia
bilang mau tugas keluar kota,
dia bawa 10 kondom pak,
bayangin, Pak, 10 buah, dia ga
mikir apa ya? Mau dipasang
dimana itu kondom? dia kan
wanita..."

Mama seorang pelacur

Dalam pelajaran IPS di kelas nol
kecil, Bu Guru mengenalkan
jenis-jenis pekerjaan orang.
Kemudian setiap anak diminta
menyebutkan pekerjaan ibunya
masing-masing.
Suzy : "Mamaku guru SMA."
Budi : "Mamaku punya toko."
Joni : "Mamaku seorang
pelacur..."
Jawaban Joni membuat Bu Guru
kaget gak karuan. Langsung saja
Joni disuruh menghadap Bapak
Kepala Sekolah. Sekitar lima
belas menit kemudian Joni
kembali ke kelas, sambil
tersenyum-senyum sambil
menunjukkan apel di tangannya.
Bu Guru: "Apa yang dikatakan
Bapak Kepala Sekolah padamu?"
Joni : "Setiap pekerjaan adalah
mulia dan punya sumbangan
pada ekonomi. Kemudian beliau
minta nomor HP mama, setelah
itu ngasih apel."
Bu Guru: "???"