Showing posts with label Humor umum B. Show all posts
Showing posts with label Humor umum B. Show all posts

Kabar baik dan buruk

Alkisah, setelah menjalani cuti
panjang Pak Direktur kembali
kerja. Di hari pertamanya dia
langsung menadapat laporan
dari sekretarisnya.
"Pak Direktur", begitulah
sambutan hangat sekretarisnya,
"Ada dua berita untuk Bapak,
yang satu buruk dan yang satu
baik."
"Mulailah dengan berita yang
buruk itu ".
"Maaf Pak, sejak dua minggu
yang lalu, Bapak bukan direktur
lagi"
"Dan yang baik?"
"Kita akan punya anak..."

Mencukur anak gondrong

Seorang pria berjalan memasuki
tempat cukur rambut yang
banyak pengunjungnya, sambil
menggandeng seorang anak
laki-laki berambut gondrong. Si
tukang cukur mendudukkan
anak itu disatu-satunya kursi
yang masih kosong dan mulai
memotong rambut anak itu.
Belum berapa lama, pria tadi
menggeliat, menguap dan
berkata, "Aku hendak keluar
mencari udara segar."
Tidak lama kemudian, si tukang
cukur telah selesai memotong
rambut si anak tadi dan sambil
menyikat sisa-sisa rambut di
baju lusuh anak itu, si tukang
cukur itu menyindir dengan
sinis.
"Aku harap ayahmu tidak
melupakanmu di sini."
"Oh, dia sih bukan ayahku."
"Bukan ayahmu? Lalu dia itu
siapa?"
"Nggak tahu," jawab anak itu.
"Pria itu berjalan mendekatiku
ketika aku sedang bermain
dengan teman-teman dan dia
tanya, apakah saya mau potong
rambut gratis."

Berita baik dan buruk utk direktur

Alkisah, setelah menjalani cuti
panjang Pak Direktur kembali
kerja. Di hari pertamanya dia
langsung menadapat laporan
dari sekretarisnya.
"Pak Direktur", begitulah
sambutan hangat sekretarisnya,
"Ada dua berita untuk Bapak,
yang satu buruk dan yang satu
baik."
"Mulailah dengan berita yang
buruk itu ".
"Maaf Pak, sejak dua minggu
yang lalu, Bapak bukan direktur
lagi"
"Dan yang baik?"
"Kita akan punya anak..."

Lapor karena baju majikan terbakar

Yanto adalah seorang
pembantu. Suatu siang, dia
menlepon majikannya di kantor.
Yanto : "Halo bos, ini saya
Yanto."
Majikan : "Iya, To, ada apa
telepon?"
Yanto : "Ah tidak apa-apa bos,
saya cuma mau lapor sekalian
minta maaf, waktu saya seterika
tadi, Bos punya baju terbakar..."
Majikan yang sementara sibuk
menjawab: "Sudahlah tong, biar
saja! tidak apa-apa, nanti saya
beli yang baru..."
Yanto : "Oh, Bos baik sekali,
terima kasih!"
Majikan : "Halo tong, sepertinya
ramai sekali dengan suara-suara
di sebelah kamu ada dimana?
Kamu telepon dari mana?"
Yanto : "Saya di wartel Bos..."
Majikan : "Kenapa tidak telepon
dari rumah saja?"
Yanto : "Tidak bisa Bos,
masalahnya rumah juga ikut
terbakar dengan Bos punya baju
yang saya lapor tadi itu..."
Majikan : "Apaaaaaaa...???!!".

Ayah yg pintar

Pak Budi menegur anaknya,
"Jono, kenapa kamu tidak bisa
seperti Bobi yang nilai
ulangannya tidak ada warna
merahnya?!"
"Jangan salahkan aku dong, Bobi
kan mempunyai ayah yang
pintar." Jawab Jono santai.

Wanita berbagai usia

Wanita Usia 20 tahun bagaikan
Afrika yang separonya belum
tergali dan tergarap
Wanita Usia 30 tahun bagaikan
India gemerlapan dan misterius.
Wanita Usia 40 tahun bagaikan
Amerika bertekhnologi canggih.
Wanita Usia 50 tahun bagaikan
Eropa semuanya tampak kuno.
Wanita Usia 60 tahun bagaikan
Siberia semua orang tahu
letaknya tapi tak satupun ingin
kesana.

Panas badan sampai gosong

John punya teman satu kost dari
Nigeria. Satu waktu teman saya
ini sakit suhu badannya sangat
tinggi mencapai 39,5 derajat
celcius dan minta diantarkan
kedokter.
Dokter : "Silakan duduk siapa
yang sakit."
John : "Ini pak dokter teman
saya sakit."
Dokter : "Sakit apa?"
John : "Gak tahu tapi badannya
panas..."
Dokter : (Sambil meraba jidad
teman saya dokter itu melihat
kearah saya dengan mimik
wajah marah)
John : "Ada apa,
Dokter?" (bingung)
Dokter : "Kamu ini bagaimana
punya teman badannya panas
nanti sudah gosong begini baru
bawah ke dokter?!!!"
Aku : (sambil tertawa) "Pak
dokter dia ini sudah dari
sononya gosong bukan karena
panas badannya..."
Dokter : "Ooohhhh..."

Seni menjual

Seorang pemilik toko di kota
kecil di daerah Kudus di undang
pergi ke kota Surabaya untuk
mendengarkan ceramah sales
manager yang termasyur
tentang Seni Menjual.
Si Pembicara menceritakan kisah
yang terkenal tentang seorang
wanita di toko gula-gula yang
punya pembeli lebih banyak dari
pada karyawan toko lainnya.
"Dia memperhatikan bahwa
kalau orang membeli satu pon
permen dari gadis lainnya," ahli
penjualan ini menjelaskan, "
mereka akan menaruh permen
lebih dari satu pon di atas
timbangan, kemudian
mengambil permen satu demi
satu sampai mendapatkan
timbangan tepat satu pon.
Tetapi gadis ini menggunakan
psikologi. Dia menaruh permen
kurang dari satu pon, lalu
menambah satu demi satu
sampai pas satu pon. Bobot
permen itu sama, tetapi besar
sekali bedanya bagi pembeli."
Pemilik toko dari kota kecil ini
mencamkan pelajaran tersebut
dalam hati dan setelah kembali
ke tokonya di Salatiga dia
berkata kepada isterinya : "Sejak
sekarang kalau orang membeli
selusin telur, aku ingin kau yang
menghitungkan, sebab telur
akan kelihatan lebih besar dalam
tanganmu yang kecil."

Menyukai angka 12

Sigit seorang cowok yang
ganteng, putih, cakep, bertubuh
kekar, atletis, pinter, berbibir
mekar. Ia penganut aliran
kepercayaan 12. Baginya tak ada
sesuatu yang istimewa kalau tak
di kaitkan angka tersebut. Maka
menjelang 12 Desember, ia
mencoba mencari pacar.
Persyaratannya adalah : "Calon
pendampingnya itu mesti
berhubungan dengan angka 12.
Misalnya : jumlah huruf dalam
nama si cewek harus 12 huruf,
jumlah calon ditetapkan pun
mesti 12 orang, rata-rata
rambutnya 12 centimeter di
bawah pundak, nomer
rumahnya harus bernomor 12,
tanggal lahirnya juga tanggal
12, dan sebagainya yang
pokoknya semua harus ada
hubungannya dengan angka
12."
Dari keempat belas cewek
tersebut terpilihlah Munah. Sigit
memang belum pernah ketemu
Munah, tapi ia merasa cocok
dengan cewek itu, karena di
surat lamarannya Munah
mengaku bernama Munah
Romunah (12 huruf), hobinya
surat menyurat, setiap surat di
tulis 12 baris kalimat, tiap
kalimat 12 kata. Munah
mengaku berkaca mata minus
12, memakai bra nomer 12,
celana dalam nomer 12, Munah
mengaku anak ke 12 dari 12
bersaudara, lahir tanggal 12
bulan ke 12.
Suatu hari, Sigit dan Munah
berjanji untuk bertemu. Hari itu
pas tanggal 12, untuk pertama
kalinya mereka bertemu.
"Assalammualaikum..." Sapa
suara di luar rumah. Lembut tapi
sensual.
Sigit buru-buru membuka pintu.
Dia celingukan kebingungan.
"Assalammualaikum..." suara itu
terdengar lagi. Sigit makin
celingukan. Mencari ke mana-
mana.
"Hei, aku di sini!"
Sigit menoleh : "Busyet!"
Ternyata Munah diantar oleh 12
orang pacarnya.

Kalah berdebat dgn wanita

Suatu waktu di pagi hari, sang
suami kembali setelah beberapa
jam pergi memancing, dan dia
memutuskan untuk istirahat
tidur terlebih dahulu.
Meskipun tidak biasa dengan
situasi kondisi dengan keadaan
danau tersebut, sang istri
memutuskan untuk pergi
dengan menggunakan perahu
sang suami, lalu dia pergi ke
tengah danau, berhenti, dan
melemparkan jangkar perahu
tersebut, kemudian membaca
buku yang telah dia bawa
sebelumnya.
Beberapa saat kemudian,
datanglah petugas penjaga
danau, kemudian petugas
tersebut merapat ke perahu
sang istri tadi, dan berkata:
"Selamat pagi, Bu, Apa yang
sedang ibu lakukan"?
"Membaca buku", dia
menjawabnya sambil berpikir
("loh, bukannya sangat jelas
terlihat?")
"Ibu sedang berada di area
terlarang untuk memancing",
sang petugas memberi tahu.
"Oh, maaf Pak, tapi saya sedang
membaca buku, bukan sedang
memancing."
"Betul, akan tetapi Ibu telah
membawa perlengkapan yang
lengkap untuk memancing, jadi
Ibu bisa kapan saja memancing.
Saya terpaksa membawa ibu ke
kantor dan memberikan surat
pelanggaran."
"Surat pelanggaran hanya untuk
membaca buku??!!" jawab sang
Istri.
"Ibu sedang berada di area
terlarang untuk memancing,"
jawab Petugas.
"Maaf Pak, tapi saya sedang
membaca buku, bukan sedang
memancing..."
"Betul, akan tetapi Ibu telah
membawa perlengkapan yang
lengkap untuk memancing, jadi
Ibu bisa kapan saja memancing.
Saya terpaksa membawa ibu ke
kantor dan memberikan surat
pelanggaran".
"Jika demikian, saya akan
menuntut Anda dengan
pelecehan seksual", jawab sang
Istri.
"Loh, tapi menyentuh ibupun
belum saya lakukan", jawab
sang petugas.
"Betul, akan tetapi Bapak telah
membawa perlengkapan yang
lengkap, jadi Bapak bisa
melakukannya kapan saja".
"Selamat membaca bukunya
Bu ...," kemudian sang petugas
tersebut pergi.

Kentut didlm angkot

Suatu hari di dalam angkot yang
penuh sesak dan panas, para
penumpang dikagetkan oleh
bau kentut yang baunya minta
ampun. Semuanya pun menutup
hidung dan mulai ribut. Kernet
angkot yang nggak senang
angkotnya tercemar radiasi
bertanya, "Siapa yang kentut?"
Tentu saja nggak ada yang
ngaku. Si tukang kentut
misterius tidak ditemukan.
Nggak lama, kernet pun menarik
ongkos. Para penumpang
bergegas membayar. Dengan
cuek kernet itu berkata, "Yang
kentut belum bayar!!!"
Tiba-tiba seorang pemuda kurus
yang duduk paling belakang
berteriak nggak kalah nyaring,
"Enak aja!!! Kan udah kukasih
tadi!!!".

Mengapa sapi ini tdk memiliki tanduk

"Pak, mengapa sapi yang ini
tidak memiliki tanduk?" tanya
seorang gadis kepada seorang
peternak.
Peternak itu akhirnya berdiri
dan bercerita dengan sopan,
"Begitulah, Bu. Lembu bisa
membuat kerusakan yang parah
hanya dengan menggunakan
tanduknya, sehingga terkadang
beberapa peternak
memotongnya dengan
menggunakan gergaji besi.
Terkadang, peternak lain
menggunakan bahan kimia
tertentu untuk menghentikan
pertumbuhan tanduk sejak
masih kecil. Secara alami ada
beberapa lembu yang memang
tidak memiliki tanduk. Tapi dari
sekian hal tadi yang paling
penting mengapa 'sapi' yang ini
tidak memiliki tanduk adalah
karena ini adalah seekor kuda."

Kucing yg hilang

Seorang gadis menangis di
pinggir jalan. Lalu seorang
bapak menghampiri dan
menyapanya.
"Adik manis, kenapa menangis?"
"Kucing saya hilang...,"
jawabnya dengan isakan tangis.
"Bolehkah saya bantu untuk
mengiklankannya di koran?"
"Percuma Pak, kucing saya kan
tidak bisa membaca."

Mencari koran kemarin

Suami: "Di mana koran
kemarin?"
Istri: "Aku pakai untuk bungkus
sampah."
Suami: "Lho! Kenapa kamu tidak
bilang? Aku perlu melihatnya."
Istri: "Untuk apa kamu lihat?
Yang aku bungkus cuma kulit
kacang dan sisa sarapanku."

Liontin untuk pacar

Seorang laki-laki membeli
sebuah liontin yang mahal di
sebuah toko perhiasan. "Apakah
Anda ingin mengukir nama
kekasih di liontin ini, Pak?"
Lelaki tersebut kemudian
berpikir sejenak, dan kemudian
berkata,
"Jangan, cukup diukir seperti ini
saja: 'Untuk satu-satunya orang
yang sangat kucintai'. Dengan
cara itu, jika seumpama kami
putus, dan dia melemparkan
kepadaku ketika sedang
marahan, aku bisa memakainya
kembali untuk pacar baruku nanti."